Gak Ada Drama ke Dentaland Clinic Surabaya dengan Teknik Briefing & Role Playing

29 Desember 2019
Assalamualaikum,

Ku berkata kepada zaf saat briefing ke dokter gigi :
'Zaf, anakku, musuh terberat dan terbesar adalah diri kita sendiri'
 Ini saya ucapkan sambil gemetaran sambil keringat dingin, 
karena sedihnya saya bubunnya yang berkata ke anaknya tentang ketakutan
sampai hari itu sayapun takut banget ke dokter gigi. :(

dokter gigi anak surabaya, dentaland clinic surabaya, briefing dan role playing

Menyelesaikan Emosi Saya dengan Dokter Gigi

Mungkin ada beberapa hari sebelum zaf 6 tahun gigi seri bagian bawahnya meregang banget, tapi saya abaikan karena gak ada juga keluhan dari abang. tapi pas 6 tahun tiba-tiba saya melihat jauh masuk ke dalam mulutnya, gigi tetap sudah muncul miring ditempat yang meregang tadi, Waduhhhhh.. kecolongan berarti saya!! sepahaman saya gigi tanggal bermula pada usia 7 tahun, ternyata ku baca baik baik lagi ternyata pada usia 6-7 tahun.

Tiba-tiba saya panik, panik karena saya gak mau anak-anak tumbuh dengan gigi miring-miring seperti bubunnya yang akhirnya sampai sekarang masih nungganakan kawat, miring karena telat penanganan karena bubunnya sewaktu kecil sangat amat takut ke dokter gigi, dengan berbagai alasan, baik penolakan halus bahkan sampai penolakan teriak-teriak untuk ke dokter gigi, berasa kalau goyang gigi itu tanda cobaan terberatku datang hehehe

Kejadian ini sangat hati-hati saya putuskan tentang hal pertama saya lakukan untuk zaf, saya gak mau anak-anak juga akan seperti saya yang sangat trauma ke dokter gigi, pengen banget menghadirkan rasa senang untuk merawat dan memperhatikan giginya.

Ngobrol sama suami yang berasa anteng banget, saya yang bergemuruh emosi, ternyata emosi saya belum tuntas tentang dokter gigi ini, gimana menyelesaikan emosi sang anak, berusaha sekuat tenaga menjadi motivator buat anak tentang kasus ini, sedangkan diri saya sendiri merasa takut dan gemetaran berhadapan dengan dokter gigi.

Cerita beberapa bulan lalu, 

Mungkin sudah 2 bulan lebih saya harus mencabut gigi untuk menyelesaikan proses penggunaan kawat gigi saya, tapi Yaa Allah maju mundur banget, mungkin ada 5 gigi saya udah dicabut hikssss.. dan itu membuat saya trauma banget yang tak berkesudahan. Di moment yang bersamaan zafpun butuh saya untuk menyelesaikan fase yang harus dia lewati secepatnya.

Berulang-ulang saya meyakinkan diri saya yang berulang-ulang saya ucapkan ke zaf bahwa 'musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri' dengan ucapan bismillah, saya whatsapp dokter saya untuk membuat janji mencabut gigi saya sekalian konsultasi tentang zaf.

Karena harus secepatnya, dokter saya menyuruh saya datang besok, Yaa Allah, belum briefing sama anak-anak, belum lagi emosi saya yang harus saya tuntaskan. Bertambah risau ketika suami tiba-tiba ada dinas luar yang gak bisa menemani saya. otomatis saya gak bisa dicabut giginya, dan hanya menemani zaf. Tiba-tiba kamis pas jadwal ke dokter rumi diare, akupun cancel ke dokter dan meminta jadwal hari sabtu. Tapi dokternya gak bisa. Seketika ada rasa syukur karena ditunda cabut gigi saya hehehe

Karena udah semingguan kita briefing, zafpun gak mau menunda lagi, dia udah mau banget ke dokter gigi, ini kesempatan bagi saya gak boleh aku sia-siakan semangatnya. Seketika saya mencari klinik atau dokter gigi anak-anak yang buka di hari minggu, ketemulah kita di Dentaland Clinic Surabaya

Briefing & Role Playing ke Dokter Gigi

Dalam semingguan ini saya mencoba briefing diri saya dan anak-anak sekalian dengan role playing, ceritanya seperti ini:
  • Saya menyiapkan briefing sendiri, biasanya ketika briefing saya menyiapkan bersama anak-anak apa yang akan dibriefingkan, tapi kali ini saya mencoba sendiri, salah satu cara untuk menyelesaikan emosi aku juga.
  • Saya menyiapkan informasi sebanyak-banyaknya, termasuk buku-buku zaf yang didalamnya ada pembahasan tentang gigi, apa yang dilakukan ketika mencabut gigi termasuk alat-alat yang digunakan dokter gigi, situasi yang ada didalam ruangan dokter gigi, lokasi klinik dokter gigi, plus briefing mulai bangun tidur sampai kembali ke rumah. Sungguh detail yang aku tulis. Utamanya bukan untuk zaf, tapi untuk saya sendiri bubunnya, padahal yang mau dicabut gigi anaknya bukan aku haha
  • Setelah siap semuanya baru memanggil zaf untuk melakukan briefing lalu dilanjut role playing, Begini kira-kira alurnya : 

"Zaf lokasi kliniknya itu ada di HR Muhammad, pas kita sampai, bubun daftarkan abang dulu, setalah itu kita menunggu diruang tunggu yang ada playgroundnya (ini aku sudah survei yah memang ketika kita menunggu di dentaland clinik akan menunggu ditempat yang ada diplaygroundnya) abang bisa bermain sebelum abang dipanggil namanya. Nah ketika nama abang dipanggil AUFAR ZAFRAN, abang langsung ke dalam yah mau ditemani bubun, ayah atau kita semua masuk?" sayapun mencoba bertanya ke zaf.

"mau ditemani semuanya bund' tegasnya.

"oke, kita masuk semua yah"

"Abang ruangan dokter itu didalamnya ada kursi astronot (kami menyebutkan seperti itu untuk kursi pasien) ada beberapa kursi dan meja dokter, pas kita masuk semua, kita duduk dikursi biasa aja dulu sayang yah, setelah itu ketika dokter mempersilahkan duduk di kursi astronot, baru boleh abang naik. nah dokternya abang ada disamping abang duduk, bubun ada disambing belakangnya abang berdiri"

Sayapun melanjutkan "ketika dokter mau melihat giginya abang, mulutnya gimana bang?"

"mulutnya dibuka bund"(sambil zaf membuka mulutnya)

"Ihh bener nak"

"Nah ada perlengkapan untuk melihat kondisi gigi abang (sambil ku lihatkan semua gambar alatnya yang sudah ku print) sambil ku sebutkan nama beserta fungsinya. Dan yang paling penting saya ceritakan adalah alat TANG nya yang berfungsi untuk mencabut gigi abang. dan ini bisa sakit abang, tapi tenang sakitnya hanya sebentar setelah itu dipakaikan kapas dan kapas itu abang harus gigit tujuannya supaya darahnya cepat berhenti"

"Jika ada diluar briefing kita, gimana abang? masih ingat sayang? 

"Bertanya sama bubun atau ayah dengan suara yang santun biar bubun sama ayah mengerti kata abang'

"Ihh bener sekali abang, terima kasih untuk mengingatnya"

Setelah kami briefing panjang lebar, tiba saatnya role playing sesuai dengan apa yang menjadi kesepakatan briefing kita.
Pas harinya alhamdulillah sangat berjalan lancar gak ada drama sekalipun, padahal ada penanganan dimana saya gak cantumkan di dalam briefing yaitu awalnya hanya 1 aja yang dicabut, terlihat dokter harus ada 2 gigi yang harus dicabut karena udah ada bakal gigi yang muncul, dengan pertimbangan biar satu kali aja tindakannya, anaknya gak bolak balik. Hufftt betul juga, tapi karena gigi satunya belum goyang harus ada tindakan disuntik, Yaa Allah yang gemetar pertama itu saya, gimana cara menjelaskan ke abang padahal posisi dia sudah di kursi astronot, 2 giginya di cabut, pakai disuntik pula, saya pernah mengalami ini, dan sensasinya gak enak banget. Dengan dibantu ngomongnya dokter ke abang, suami juga, sambil zaf dipegangin cermin biar dilihatkan langsung giginya harus 2 dicabut dengan cara disuntik, zafpun Alhamdulillah mengiyakan dan memberikan izin giginya 2 dicabut. Yaa Allah Makasih anakku.

Mungkin hanya 10-15 menit tanpa drama gigi zaf sudah tercabut 2, Alhamdulillah nak, tak lupa kami apresiasi sama abang dengan sikapnya dia mampu bekerja sama dan taat dengan hasil briefing kita.

Dentaland Clinic Surabaya 

Sebenarnya kami ada punya langganan dokter gigi semenjak pindah ke surabaya, tapi memang bukan Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak tapi karena pada waktu itu waktunya gak ketemu dengan kami dan zaf sudah kudu semangat mau dicabut giginya, akhirnya kamipun mencari alternatif lain. 

Awalnya agak khawatir gak ada yang buka di hari minggu tapi pas aku googling Dentaland Clinic Surabaya terbuka dari jam 10 pagi - 3 sore tapi yang menangani di hari minggu bukan dokter spesialis itu sudah diinformasikan diawal pendaftaran tapi menurut kami sih gak masalah. 

Menurut saya Dentaland Clinic di Ruko HR Muhammad ini sangat rekomendasi bagi para bunda yang ingin konsultasi gigi anak-anaknya, diantara alasannya :
  1. Ada palyground, beberapa mainan dan pojokan perpustakaan mini, Ini membuat abang dan ruby itu senang, terutama abang, dia rileks sebelum mungkin dia akan menghadapi ruangan yang menurut saya 'tegang' hehehe, melihat dinding yang dilukis warna warni, kartun anak-anak, sofa yang empuk dan besar, membuat dia merasa nyaman seperti masuk ke dunianya.
  2. Ruangan Praktik dokter gigi yang kids friendly, Masukpun kami ke ruang praktik disuguhi pemaandangan dengan lukisan dinding penuh gambar-gambar, ada televisi didepan kursi pasien, tapi karena abang gak terbiasa dengan televisi akupun minta tolong untuk disampingkan aja gak pas didepan matanya abang. Dokter dan perawat yang menyambutpun ramah banget kepada anak-anak, komunikasinya berbeda banget ketika saya yang pergi ke ruang praktik gigi biasa yang bukan tempat khusus anak-anak yah, abang dan rubypun langsung merekah senyum mereka.
  3. Dokter rata-rata spesialis Kedokteran Gigi Anak, terkecuali dihari minggu dilayani dengan bukan spesialis. Tapi karena saya mengira hanya cabut gigi jadi gak apa apa bukan specialis anak-anak, tapi itupun aku takjub dengan respon dia ke anak-anak, gimana rasanya dengan dokter spesialis langsungnya yah, aku kok jadi penasaran jadinya, dan ada rasa nyaman serta emosi tentang ketakutanku dengan dokter gigi seperti hilang dengan sendirinya.
  4. Ada Harga Ada Kualitas, menurut kami memang setimpal dengan biayanya, aku garis bawahi terutama tentang komunikasinya dengan anak-anak, tutur katanya, cara-cara dokter dia mencabut sambil memberikan informasipun membuat saya bubunnyapun nyaman dan mudah dimengerti. Merekapun memang memberikan informasi tentang gigi anak-anak kita sebelum kita pulang.

1 komentar on "Gak Ada Drama ke Dentaland Clinic Surabaya dengan Teknik Briefing & Role Playing "

Auto Post Signature