Top Social

Image Slider

Aliran Rasa IP Batam

15 Juli 2018

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan Mengucapkan Rasa Syukur Kepada Allah SWT, 
yang memberikan saya jalan untuk bertemu dengan Komunitas Institut Ibu Profesional
yang jika di lingkup regional batam disebut Ibu Profesional Batam.

Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Awal saya memilih untuk resign dari kantor dan ikut suami ke batam, waktu itu usia kehamilan 6 bulan, ketika di batam belum punya anak, saya baru merasakan nikmatnya bangun subuh dan tidur lagi :p, nonton serial korea 16 seri saya bisa khatam hanya 1-2 hari, bacaan apapun ketika itu saya baca bahkan saya bisa khatam 1 buku hanya sehari, jujur semenjak kuliah sampai kerja saya baru menikmati waktu sebebas ini, tapi hanya bertahan selama se-minggu, kaki saya bengkak sebelah, saya kira faktor hamil jadi kaki saya bengkak, tapi dari hasil googling menemukan bengkak bisa terjadi jika diusia kehamilan 7 atau 8 bulan keatas, dan waktu itu saya baru masuk usia 6 bulan, bukan hanya bengkak, tapi perih jika saya melakukan aktifitas jika kaki ini menumpu, misal sholat bahkan BAB saya kesulitan, suami kala itu langsung membawa ke dokter kandungan bahkan kulit, tapi jawabannya tidak membuat rasa penasaran kami hilang, obatpun diberikan hanya obat luar karena kondisi saya yang sedang hamil dan dianjurkan untuk saya observasi di rumah karena kemungkinan saya alergi dengan serangga, keluargapun banyak memberikan saya resep alami untuk dioleskan ke kaki tapi tidak ada perubahan. Sampai suatu hari ketika suami libur dan ada jadwal pemeriksaan dokter yang jika ditunggu kita bisa menyelesaikan makan dan nonton secara bergantian saking lamanya:D , suamipun mengajak saya ke mall tanpa sadar seharian kita jalan sampai malam, pulang dalam kondisi sudah larut malam, dan apa yang terjadi? kaki saya kembali seperti semula, hahaha, sholat dan aktifitas lainnya sudah kembali nyaman saya lakukan. Kakak-kakak saya pada menelpon semua, bahwa memang saya ditakdirkan dengan sebutan 'Tukang Jalan' Hahahaha, tubuh saya mungkin kaget dengan langsung kurangnya tiba-tiba aktifitas saya. Nah dari itu saya sudah beraktifitas tidak ditempat tidur lagi, pekerjaan saya sehari-hari sudah kebanyakan bergerak bahkan potong rumputpun saya lakukan :D

Dari sini saya mencari komunitas-komunitas yang bisa menunjang aktifitas saya kala itu, tapi tidak ada saya temukan baik dalam social media bahkan saya bertanya langsung. Singkat cerita ketika zaf sudah hadir aktifitas saya hanya bergelut dengan keluarga saya, dan ketika ruby sudah ada ditengah-tengah kita, sayapun satu demi satu menemukan komunitas yang sesuai passion saya, komunitas Blogger di batam dan Pengumuman bahwa akan dibukanya matrikulasi batch 4 IIP, betapa berbinarnya saya kala itu, saya yang ketika itu menulis di blog hanya kegiatan-kegiatan anak-anak selama di batam, ketika saya mengikuti kelas matrikulasi selama 2 bulan, bukan hanya tulisanku yang beragam tapi tiap pagi saya berbinar melakukan aktifitas bareng anak-anak biarpun kondisi lingkungan rumah yang memang sangat sepi.

2 bulan selesai kuliah matrikulasi, diadakan kopdar member IIP yang ada di batam, betapa senangnya saya, sampai saya mengatakan sama suami 'Ay saya punya pertemuan sama teman-teman IIP Batam hari Ahad yah, minta tolong ayah bawa zaf, unna bawa ruby' dan suami saya bilang apa? 'Wawww, selamat datang Lubnah Lukman yang dulu' Hahahaha, saya yang dulu memang berbagai komunitas saya ikuti, berbagai aktifitas saya ikuti, saya tipikal yang susah diam dirumah tanpa aktifitas yang buat saya berkembang dan menemukan orang-orang yang selalu positif hadir dalam keseharian saya. Dan hari itu saya menemukan teman bukan lagi karena suami (semenjak nikah dan tinggal di batam, saya punya teman berasal dari hubungan kerja atau pertemanan suami) tapi ini dari saya sendiri, bukan lagi dipanggil bu awal, tapi nama saya sendiri Lubnah. 

Yah ini terlihat konyol kali yah hahaha, tapi bagi saya ini rahmat atau karunia yang selama ini saya cari, bertemu dengan ibu-ibu dijalur bukan karena suami atau anak-anak tapi menemukan ibu-ibu karena ada kesadaran kita untuk selalu mau belajar dan beraktifitas. Yah didukung juga karena ini saya jadikan momentum, karena semenjak di batam saya hanya ketemu dilingkungan yang sangat terbatas.

Notifikasi Grup Whatsapp 

Setelah kopdar pertama oleh member IP Batam yang kala itu datang gak sampai 10 orang, memperkenalkan diri, mengurai mimpi IP Batam selanjutnya, dan langsung berencana membuat event besar yang saya tau ini modal 'nekat' :D setelah pulang dari pertemuan panjang kami sayapun dimasukkan di grup whatsapp mereka, dan bayangkan setiap hari tidak ada notifikasi itu dibawah 100 chat bahkan kadang hampir 500 chat :D tidak lama kemudian kita mengadakan kopdar selanjutnya yaitu rapat bersama sekalian ngeliwet, saya yang kala itu sangat-sangat-sangat senang bukan karena ada acara makan-makannya tapi akhirnya saya punya teman di batam-datang kerumah saya-rumah saya jadi ramai-lingkungan rumah sayapun jadi ramai. dan pastinya hati saya juga senang, rumah yang berantakan tidak membuat saya capek untuk membersihkan, malah saya selalu mengutarakan kalau memang gak ada tempat untuk rapat atau sekedar kopdar, rumah saya selalu terbuka lebar untuk IP BATAM.


Ibu Profesional Batam

Setelah Event besar kami sukses alhamdulillah, mba Rika Satriani yang kala itu menjadi manager Offline IP Batam mengajak saya bergabung menjadi pengurus IP Batam sebagai Ketua Rumbel Menulis IP Batam. Saya yang kala itu langsung shock disodorkan dan dipilih langsung dengan beliau, saya yang belum ada pengalaman banyak dalam hal kepenulisan saya yang kala itu hanya penulis blog yang sudah lama vakum tapi baru 2 tahun aktif kembali, tapi dengan bujuk rayuan dari mbakku itu sayapun menerimanya, yang kala itu saya jadikan tantangan apakah berkomunitas/berorganisasi waktu masih single dan saat kerkeluarga eforianya masih sama atau makin tertantang. Bergabung dengan mereka menjadi ujung tombak IP Batam saya sangat berbinar sekali, berbinar karena sayapun beraktifitas kembali mengasah kemampuan komunikasi, kemampuan mengatasi konflik, serta kemampuan mengolah banyak kepala dalam satu komunitas.

Dalam waktu saya menjadi pengurus ada banyak kegiatan yang kami laksanakan, banyak cerita yang kami kenangkan, baik dari obrolan chat bahkan bertemu langsung. dari banyak cerita, pastinya ada konflik, kami sadar banyak kepala banyak ide banyak cara pandang apalagi kita seorang ibu yang memiliki anak, tugas domestik gak ada habisnya bahkan makin bertambah.

Bicara tentang konflik, berangkali karena itu saya bisa mengenal karakter dari teman-teman pengurus, mengenal semakin dekat, saya yang tipikal ngomong langsung, jika emosi menguasai kadang chat saya malah terlalu apa adanya, tapi dengan itu saya menjadi dekat dengan mereka, suasana itu menjadi hidup penuh makna dan tantangan. Saya masih ingat ketika kita sama-sama janjian untuk naik bus bareng menuju piayu, membuat event besar dengan modal nekat dan alhamdulillah terlaksana dengan lancar (padahal kita sangat tertatih dan berjuang sangat keras untuk mewujudkan mimpi bersama) , ngeliwet sama-sama, janjian makan pembubaran panitia, dan masuk dengan konflik yang saat itu kita harus selesaikan sama-sama, dan semoga ketersinggungan yang dulu-dulu bisa berakhir tanpa memendam apapun. Tapi jujur dengan adanya konflik itu saya menjadi tau bahwa saya tidak mau kehilangan kalian, biarpun dengan posisi pengurus yang berbeda tapi tidak membuat itu kehilangan makna, saya tetap menata hati bahwa saya harus tetap kuat sesuai misi awal saya gabung di IIP.

Buat tim pengurus dari awal sampai hari ini, seperti Mba Erli, Mba Iza, Mba Eka dan Mba Icha, maafkan unna jika ada salah kata yang kemarin yah, saya memang tipikal jika ada kemauan sayakan perjuangkan sesuai kesanggupan saya, tipikal tim nekat intinya seperti tim mestakung (semesta mendukung) :D padahal saya punya niat baik tapi mungkin posisi kala itu yang tidak sesuai jadi mungkin disalah artikan seperti mau menang sendiri, hikssss. Dan terima kasih untuk tetap mempercayakan saya menjadi Ketua Rumbel Menulis IP Batam.





Rumbel Menulis IP Batam.

Ahhhh, saya menulis ini dengan hati yang bergetar, terima kasih teman-teman untuk mempercayakan saya biarpun saya masih terbatas dalam semuanya, tapi saya punya semangat untuk membuat Rulis IP Batam memiliki kebermanfaatan buat member Rulis dan member IP Batam. Di rulis ini saya punya banyak cita-cita yang saya semestinya bisa kita wujudkan, masih banyak program yang saya tidak maksimalkan, jika saya ingin melihat ke belakang gimana saya bersama mba rika waktu itu menjadi manager offline dengan sejuta misi visi kita kerahkan untuk menjadikan Rulis menjadi media untuk member IP Batam menyalurkan dan mengembangkan passionnya dengan tujuan bermanfaat buat diri dan lingkungannya makin terasa. Tapi apa daya saya yang sepertinya masih harus berjuang dalam menyelesaikan diri sendiri dalam hal jam online yang terbatas, yang sebagian besar memang jam online kita berbeda hehe, ditambah mungkin saya belum banyak memiliki relasi di batam dalam mengembangkan rulis kita ini. Disini saya meminta maaf yang sedalam-dalamnya jika selama kita berinteraksi ada salah kata, perbuatan bahkan ada janji yang tidak sengaja saya abaikan, semoga semangat untuk berkomunitas dan tumbuh bersama menjadi penulis yang handal tetap bersemangat dengan Ketua selanjutnya, Amin. Sayapun juga semoga ditempat baru tetap aktif di dunia kepenulisan, Amin. Doain Yah buibu :))

Dan Insyaa Allah ditangan yang baru dan berbeda Rulis akan lebih berkembang dan bergairah, bercerita sedikit tentang Mba Desy yang menjadi pengganti saya menjadi Ketua Rulis selanjutnya. Saya sangat penasaran memang dengan beliau ini, chatnya baik dalam kelas matrikulasi bahkan chat kita berinteraksi ketika beliau jadi admin sosmed FP IP BATAM captionnya itu sangat menarik dan selalu out of the box, dan kalian tahu ketika saya baru menjabat jadi ketua rulis saya sadar diri saat itu saya tidak lama di batam, akan ada mutasi dalam waktu tahun ini, sayapun langsung melamar mba desy untuk menggantikan saya jika kepengurusan saya telah selesai baik memang waktunya atau pindah kota dan beliaupun menjawab dengan selalu kata 'TIDAK' hahahaha tapi dengan voting yang akhirnya banyak yang memilih doi berarti tak ada alasan lagi untuk mengatakan 'Ya'

Mba Desy ini punya potensi besar dalam menulis, entah memang bakat tapi jiwa belajar dan kemauan itu sangat melekat dalam setiap tulisannya. Disetiap pemilihan kata dalam tulisannya itu buat saya selalu 'amazeeee' didukung setahun terakhir ini mba desy sangat aktif untuk menulis. Bukan hanya aktif menulis, aktif di grup rulis batam pun tidak diragukan lagi, melihat kebutuhan rulis sekarang bukan hanya membutuhkan contoh/figur tapi membutuhkan seorang penyemangat, membuat ramai grup dengan canda yang edukasi itu sangat dibutuhkan dalam WAG rulis. Melihat grup yang sepi kadang sedih tapi melihat grup yang ramai biarpun dari orang dan tema obrolan kadang diluar tema kepenulisan tapi dari saling interaksi membuat chemistry itu timbul dengan sendirinya, jika sesama member chemisrty itu sudah ada, maka Insyaa Allah akan lebih mudah diajak untuk berkegiatan bersama. Selama di batam, Mba Desy adalah salah satu teman, sahabat, saudara yang selalu menjadi tempat curhat bahkan bertanya apapun itu, yah itu mungkin karna chemstry saya sudah terbangun dengan doi makanya doi tau banget awal rulis sampai cita-cita saya buat Rulis IP Batam ini doi tau banget. Maka, Insyaa Allah Mba Desy amanah untuk selalu memberikan yang terbaik dari dirinya buat IP Batam, Rulis IP Batam, dan terkhusus untuk doi juga :)

Ohh iaa, semoga buku perdana yang kita akan launching dari Rulis IP Batam, semoga sebelum saya ke tempat baru, bukunya sudah bisa kita rilis, Amin, Semoga di Mudahkan buibu, tapi jikapun tidak saya masih sangat bersyukur itu menjadi kenang-kenangan bagi saya dan bukti bahwa saya pernah ada cerita bersama kalian, kita punya hasil kerja yang nyata bahwa dulu kita pernah berjuang sambil tertatih dalam menulis dan akhirnya menjadi buku *mewek terharu :')

Masih panjang jika saya mau bercerita panjang lebar tentang IP Batam dan kalian semua, saya hanya mau bilang : Terima Kasih banyak untuk pelajaran, pengalaman, cerita, canda, haru, bahkan mungkin hara menemani saya dalam kesunyian di batam, kalian keluarga terdekat saya, ada apa-apa pasti minta tolongnya sama kalian, hampir 5 tahun dibatam tapi baru satu tahun terakhir mengenal kalian-kalian semua itu bagai menutup cerita selama 3 tahun tanpa teman yang mempunyai aktifitas seru dengan Ibu-Ibu hebat ini. Semoga silaturrahmi ini makin terjaga dan semoga saya mendapatkan teman-teman sholihah yang membangun di tempat yang baru, Aminn Yaa Rabbal Alamin.
Gak ada yang bisa saya berikan sama kalian-kalian untuk pengalaman ini, selain tulisan agar lebih mengikat untuk dikenang dan Doa semogaa Allah SWT selalu melindungi kita semua dari buruknya fitnah Akhir Zaman dan Api Neraka. Amin Yaa Rabbal Alamin.
 14 Juli 2018 - Serah Terima Jabatan Dari Saya kepada Mba Desy
14 Juli 2018 - Foto Bersama setelah Sertijab
ext. Ketua Rulis IP Batam . Leader IP Batam . Ketua Rulis IP Batam
#mamaksetrong - impian dan mimpi yang terus akan ada biarpun kita LDRan :p
Peluk hangat dari unna buat,

Mba Desy | Mba Juli Yasti | Mba Erli | Mba Intan | Mba Rika Satriani | Mba Eka | Mba Icha 
Mba Iza | Mba Resha | Mba Syafri | Mba Evy | Mba Vidi  | Mba Moniq | Mba Lumi | Mba Iffah
Mba Mey | Mba Yossy | Mba Nur | Mba Ely | Mba Atik | Mba Leni | Mba Putri
 Mba Lilies| Mba Ovi | Mba Nunung
 Dan Seluruh Member IP Batam 
Insyaa Allah kita akan ketemu dilain waktu yang lebih baik lagi,
Aminn Yaa Rabbal Alamin

Hijup Blogger makassar Meet up bersama Softex Daun Sirih

10 Juli 2018

Assalamualaikum


Hijau sebenarnya warna kesukaan saya, tapi baru sadar ketika dress code untuk dating ke acara meet n greet hijup x softex daun sirih adalah hijau dan sedikit bernuansa putih. Untungnya masih ada waktu seminggu untuk mempersiapkiannya, dibelakang layar saya mendapatkan kostum yang sesuai itu ada peran banyak orang yang terlibat :D selain tempat saya meminjam banyak koleksi hijau ada juga beberapa keponakan tempat menanyakan kepantasan dan kecocokan saya memakai kostum yang sesuai hadir di acara istimewa tersebut. Ini upaya saya untuk tampil tidak dalam kondisi salah kostum otomatis membuat hati senang dan nyaman untuk menyimak dan mengikuti rangkaian acara yang dipersembahkan oleh hijup x softex daun sirih.


Makassar yang sangat terik kala itu tidak membuat semangat saya turun untuk hadir ke acara meet and greet hijup x softex daun sirih, rencana awal saya sudah hadir tepat jam 2 siang, tapi ternyata hasil berkata lain, Makassar yang terik saat itu tidak membuat rutinitas harian penduduk kota juga surut, macet dimana-mana  membuat waktu perjalanan saya jadi semakin lama, dan akhirnya saya tiba untungnya belum terlambat.


Hotel Aston lantai 20 saya menginjakkan masuk ke longenya dengan tatapan yang berseri, nuansa hijau dan putih membuat mata ini yang tadinya memandang kemacetan dengan teriknya matahari masuk kesini langsung kembali fresh dan segar, dekorasi ruangan nuansa hijau dan putih ditambah banyaknya hiasan bunga-bunga entah di meja dan disudut-sudut ruangan membuat mata dan tangan ini beradu dalam mengambil moment dalam kamera.


Sayapun bertemu dengan banyak teman-teman lama sesama blogger, maklum saya yang domisili batam dengan rutinitas setiap masuk bulan ramadhan saya pulang ke kampung halaman Makassar yang memang banyak menyimpan history perjalanan hidup saya, dengan bertemu mereka-mereka sayapun berasa flash back kembali dengan mereka. 

Family Strategic Planning

9 Juni 2018

Assalamualaikum,

"Kita ini sudah terlanjur hidup, maka janganlah hidup asal-asalan” kutipan yang pernah saya baca dan membuat saya terdiam beberapa menit, kala itu saya hamil zaf dan sudah resign dari kantor, berkata dalam hati 'apakah tindakan dan keputusan saya sudah benar' pada kala itu karier saya proses menapaki puncak, belum puncak tapi saya sangat bersyukur dengan kondisi berbinarnya saya melakukan kerjaan itu, dalam kondisi saya yang sangat semangatnya untuk kerja tiba-tiba mengambil keputusan untuk mengikuti suami otomatis karier di publik saya tamat. 

Tapi karier dunia-akhirat saya baru dimulai, menjalani proses kerja di rumah yang tak ada lagi jarak (long distance marriage), menanti si buah hati, adalah kerjaan yang baru dan menantang bagi saya, dan saat itu karena keputusan untuk resign sudah selesai, berlanjut ke proses mengatasi hati yang kadang masih galau karena tak ada lagi penghasilan sendiri, menjalani kadang semangat-kadang bosan dengan 24 jam di rumah yang waktu itu belum banyak aktifitas, berfikir bahwa saya gak mau keputusan ini berujung gagal dan berakibat menyesal dengan itu setelah ini saya akan mengerjakan semuanya dengan tidak asal-asalan, biarpun dirumah saya tetap berproduktif minimal saya harus punya karya dan tetap berbagi untuk sekitar.

kebiasaan saya untuk selalu membuat planning dalam tindakan saya itu sangat diketahui suami saya, diluar itu realisasi ataupun tidak :D beda dengan suami yang memang spontan tapi penuh kehati-hatian dan pertimbangan, tapi kesamaan kita adalah senang ngobrol dan pemimpi, makanya kadang setiap kita ngobrol santai sebenarnya ada banyak impian dan komitmen yang tercetus tanpa ada rasa tanggung jawab untuk merealisasikannya. Terpikir bahwa keluarga adalah Tim bukan kerumunan yang ngobrol tanpa rencana, dimana tim seharusnya memiliki goal atau sasaran dan untuk mewujudkan itu harusnya ada upaya yang tidak sekedar dituangkan dimulut tanpa ada usaha untuk mewujudkannya, tapi seharusnya dikaji dan ditulis tujuannya agar ada koreksi baik sementara proses mewujudkan sasaran itu atau setelah menemukan tujuan/sasaran ini ada evaluasi untuk membuat tujuan-tujuan selanjutnya.

Peran Teknologi dalam Menikmati Hidup

5 Juni 2018

Assalamualaikum,

Ketika notifikasi handphone saya bergetar, saya yang kala itu sedang kebetulan memegang handphone dan langsung membukanya, ternyata ada undangan untuk menghadiri suatu kegiatan, singkat waktu sayapun datang ke acara tersebut yang alhamdulillah biarpun waktunya sudah pas tetapi acara belum dimulai, saya yang ketika itu datang bersama zafran langsung mencari tempat duduk yang kosong, memandang sekeliling yang tak asing lagi melihat pemandangan dengan hampir semua orang yang hadir di pertemuan itu melihat handphone mereka masing-masing, ada yang sementara menerima telphone, mungkin lagi chit-chat di grup whatsapp, atau hanya sekedar stalking sosial media. Saya yang kala itu hanya memandang sambil ngobrol bareng zafran karena saya sudah janji untuk tidak akrab dengan handphone ketika bersama anak-anak.

Hidup di zaman berkembang ini, pemandangan seperti itu memang tak asing bagi saya, sayapun jika  ada diposisi mereka dan tidak sedang membawa anak, pasti langsung mencari handphone saya, baik jika ada memang kepentingan yang saya harus lakukan saat itu, atau ketika chatingan saya bersama teman-teman di grup whatsapp yang sempat terhenti bahkan hanya sekedar mengatasi keboringan karena sebahagian tamu yang tidak saling mengenal. Intinya ada 1000 alasan sampai handphone yang saya miliki tak lepas dari penglihatan saya.

Ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya yang kala itu sering melihat kakak-kakak saya yang mengerjakan baik tugas maupun kegiatan kampus mereka bersama teman-temannya itu menggunakan komputer, sayapun jika mereka gak memakainya hanya bisa bermain game dan itupun sangat jarang, masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah banyak kami diberi tugas dengan menggunakan komputer itu, sedikit-sedikit saya sudah mengetahui jelas fungsi komputer itu, klimaksnya ketika masuk ke jenjang lebih tinggi lagi, bukan hanya dipakai mengerjakan tugas dan mencari informasi, bahkan saat itu saya bisa mendapatkan uang lewat penggunaan komputer yang saat itu sudah semakin canggih dibuat lebih ringkas dan mudah dibawa kemana-man, yaitu laptop.

Auto Post Signature