17 Februari 2018

Akhir Pekan Ceria di Aston Batam


Assalamualaikum,

Sebelum Aston ini menjadi salah satu hotel yang megah di batam, saya setiap melewati lokasi ini yang masih dalam proses pengerjaan selalu mengatakan 'kapan yah kira-kira hotel ini jadi?' rasa penasaran itu selalu bertanya setiap kami melewati jalan pelita, yah pembangunan hotel ini memang terbilang sangat lama, tapi ketika aston ini mulai memperlihatkan bangunannya ada perasaan  penasaran untuk menikmati menginap di aston batam ini, lokasi yang berada ditengah kota, berdekatan dengan Nagoya Hill Mall.

Akhir pekan kemarin, alhamdulillah saya sempat mengintip sekalian menginap di Aston ini, panasnya suhu di batam membuat sejuk ketika saya sekeluarga masuk ke lobby hotel ini ditambah kami dihidangkan welcome drink sambil menikmati melihat kolam renang menambah segar siang itu. Yah, ketika masuk ke lobby hotel kita langsung disambut dengan lapang dan tinggi langit-langitnya, ditambah kursi-kursi sofa yang lucu bahkan ada sofa yang menjadi daya tarik zaf dan ruby untuk duduk seperti sofa kuda yang berwarna merah. Sangat terkesan sekali seakan sangat pengen berlama-lama duduk menikmati pemandangan kolam renang atau pemandangan jalan.

Tak perlu menunggu lama kamipun langsung diantar ke kamar hotel, dan begitu masuk ke kamar, kesan minimalis namun punya akses budaya yang kental dilihat dari ornament batik berwarna hitam dan abu-abu di dinding dan tempat tidurnya, didukung pemilihan warna putih dan cream membuat kamar yang memang luas menjadi lebih luas dan menenangkan, jujur kamar ini sangat luas untuk kami yang mempunyai anak-anak yang senang bereksplorasi, perletakan barang-barang, pengaturan sudut ruangan, pencahayaan itu sangat ramah anak, sofa yang berwarna biru dan gorden berwarna coklat tua menambah aksen mewah, lantai dan karpet berwarna coklat menjadi terlihat nyaman pijakan kita ketika melihatnya, ditambah di dalam kamar mandi warna coklat mendominasi membuat kesan mewah dan nyaman, dan tak ketinggalan ada bathtub yang sangat membantu mengalihkan kekecewaan anak-anak ketika sore mereka mau berenang ditunda karena batam lagi gerimis, masuk kamar ayahnya mengajak berenang di bathtub dan mereka reaksinya sangat senang hahaha

15 Februari 2018

Jalan - Jalan sambil Belajar


Assalamualaikum,

4 tiket kapal ferry mendadak sudah ditangan, Alhamdulillah, itu tandanya kita disuruh belajar lewat jalan-jalan, yang berarti emak dan anak-anak sangat senang sekali, hehehe, berangkali mereka turunan saya yang sangat senang untuk travelling, biarpun jalan-jalannya ke depan alfa mart aja senang apalagi diajak jalan-jalan jauh.

Nah karena minggu ini minggu yang padat di singapura, otomatis saya agak riskan untuk kita lewat jalan biasa, jadi kita lewat jalan yang memang gak biasa tapi jauh dari kota, tapi yang jadi pertimbangan sebenarnya di Imigrasi, kadang bisa sampai 2-3 jam apalagi waktu ini-waktu yang sangat padat untuk negara yang kita kunjungi. 

Yang biasanya kita lewat terminal harourfront, padahal itu jauh banget bisa sampai sejam bahkan 1,5 jam nyampenya, sedangkan terminal yang baru pertama kali ini kita kunjungi itu hanya 30 menit dari batam, hanya memang jauh dari tengah kota, tapi terfikir yang jelas lewat dari imigrasi cepat, masalah lokasi, singapura itu kecil, gak macet, transportasi cepat dan tinggal pilih kita mau naik apa, dengan pertimbangan seperti itu kami semua bersepakat oke kita naik dari terminal batam center ke tanah merah, soal harga sama kok yang membedakan pada proses chek-in saja.

Seperti biasa, saya memang senang dan pasti sounding ke anak-anak tentang rencana kita besok, rencana dadakan hehe, dan reaksi anak-anak apa? senang bangeeeeettt. Saya bercerita bahwa besok kita akan ke singapura dengan menggunakan kapal ferry pertama jadi zaf harus bangun lebih shubuh lagi dan langsung mandi, dan banyak lagi kesepakatan-kesepakatan yang kami buat untuk sesama keluarga.

Tiba hari dimana kita berangkat, zaf dan ruby yang ketika saya nyalakan lampu dan membuat gaduh agar mereka bangun, untuk memanfaatkan waktu kita terutama anak-anak, saya dan suami menyelesaikan persiapan yang akan dibawa termasuk mandi dan sholat jadi setelah itu ketika anak-anak bangun mereka mandi dan kita langsung siap untuk berangkat. Zaf dengan semangat menemani ayahnya dalam setiap urusan administrasi terminal termasuk belajar antri, chek-in masuk diimigrasipun dia sudah bisa diandalkan. 

13 Februari 2018

Akhir Pekan ke Perpustakaan

Assalamualaikum,
Kadang sedih lihat batam yang tak ada perpustakaan ramah anak dan banyak buku bacaan anak-anak hingga anak-anak bisa nyaman tinggal diperpustakaan, berharap perpustakaan itu seperti kota-kota besar lainnya sih. 4 tahun di batam berangkali saya baru menemukan 2 akses perpustakaan di batam yang setidaknya bisa menjadi agenda rutin ank-anak berkunjung selain pantai dan lainnya. 
Dan memang untuk akhir pekan sabtu-minggu rutinitas kami keluarga itu kebanyakan diluar, dan minggu ini kita ke perpustakaan BP Batam dan Perpustakaan Mesjid Jabal Arafah, untuk buku anak-anak islmai kebanyakan dan lebih nyaman berada di Perpustakaan Mesjid Jabal arafah, sedangkan Perpustakaan BP Batam, buku-buku untuk anak-anak terbilang sangat sedikit itupun ensiklopedia, tapi zaf tetap suka karena kertas yang tebal, disajikan dengan penuh warna jadi tidak membosankan untuk anak-anak melihat gambarnya, tapi kedua perpustakaan ini terbilang sangat sunyi jadi kadang kalau kesini seperti membaca dirumah aja saking sepinya.
Zaf yang memang suda mulai sedikit bisa membaca, dan memang dia dari awal sudah senang melihat buku, biarpun sekedar membolak-balikkan halaman buku sampai habis, dan akhirnya tanpa henti dia menyuruh saya untuk membacakannya. Entah kalau Baca buku atau sekedar murojaah aku langsung kepikiran anak saya itu auditori senang mendengar, senang dibacakan buku bahkan dia bisa cepat menghafal surat-surat pendek bahkan sekarang sudah masuk surah al-mutaffifin itu hanya setiap hari hanya mendengar murottal di cd player